Klik Judul 1X

Selasa, 26 Juli 2011

Awal Tumbuh Berkembangnya Agama Islam di Jazirah Arab

Awal tumbuh berkembangnya agama Islam berlangsung di jazirah Arab, terutama di WilayahSaudi Arabia. Keadaan alam dan kehidupan masyarakat di kawasan ini cukup beragam. Keadaan alam wilayah Arab bagian utara berbatasan dengan kawasan berkembangnya peradaban Syria, Mesopotamia, dan Persia. Dibandingkan wilayah Arab lainya, kawasan inipun lebih sering terlibat dalam kancah perdagangan dunia masa kuno. Akibatnya, keadaan penduduknya makmur, terutama dari perdagangan. Keadaan alam wilayah Arab bagian tengah cenderung tandus, karena mereupakan padang gurun. Penduduknya cenderung hidup semi nomaden. Meskipun kurang makmur. Penduduknya, namun terdapat kota penting diwilayah ini, seperti Mekkah dan Madinah. Keadaan alam di wilayah Arap bagian selatan relative subur, dengan curah hujan cukup. Penduduknya telah hidup menetap dan makmur. Mereka hidup sebagai petani dan pedagang.

Islam tumbuh dikawasan Arab bagian tengah. Meskipun lahir dikawasan yang kurang kondusif namun agama Islam dapat berkembang dengan baik dan cepat. Dalam waktu seabad pengaruh islam menyebar mulai dari jazirah Arab, seluruh Asia barat, afrika utara, Spanyol dan Asia.

Keadaan masyarakat Arab terutama di Arab bagian tengah sebelum masa Islam sangat kacau sekali, setiap orang berkelakuan semaunya sendiri, keributan dimana-mana. Sehingga pada zaman ini disebut sebagai zaman jahiliyah.


Nabi Muhammad SAW.

Ajaran Islam dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Ia lahir di Mekkah, pada tanggal 20 April 571 M , sebagai bagian dari suku Quraisy. Ia mulai mengajarkan agama Islam sejak berusia 40 tahun. TaHndakannya menyebarkan Islam mendapat perlawanan dan pertentangan dari sesama suku Quraisy.

Perlawanan dan pertentangan dari orang-orang Quraisy semakin meningkat memaksa Nabi Muhammad SAW dan sejumlah pengikutnya untuk hijrah ke Yasrib, yang kemudian dinamakan sebagai Madinah. Peristiwa hijrahnya NAbi Muhammad SAW ini terjadi pada tahun 622 M, lalu peristiwa hijrahnya Nabi ini diperingati sebagai awal tarikh Hijrah(hijriah).

Madinah merupakan titik tolak perkembangan Islam. Di kota itulah pertama kalinya terbentuk masyarakat Islam sebagai kekuatan politik. Nabi Muhammad SAW tidak hanya berkedudukan sebagai pemimpin agama tetapi juga sebagai pemimpin masyarakat.




Madinah menjadi pusat kota pemerintahan yang kuat.

Agar kota Madinah dan masyarakatnya terjadi hubungan social yang kuat, maka Nabi Muhammad SAW meletakkan 3 ajaran kehidupan sosial, yaitu sebagai berikut.
Pertama, nabi melakukuan pembangunan Masjid. Selain sebagai tempat beribadah sholat, masjid juga menjadi tempat melakukan musyawarah bahkan dapat juga digunakan sebagai sarana pengikat persatuan ummat Muslim.
Kedua, menjalin persaudaraan sesame Muslim (ukhuwah Islamiyah). Ikatan persaudaraan diantara kaum Muhajirin dan kaum Anshar.
Ketiga, menjalin hubungan dengan yang bukan Muslim, Nabi mengajarkan untuk tetap menjaga hubungan baik dengan kaum lain yang bukan Muslim, seperti kaum Yahudi dan Nasrani.


Khulafaur Rasyidin.

Setelah Nabi Muhammad Wafat pada tahun 632 M . yang bertanggung jawab menjaga keutuhan Islam, pengaturan masyarakat dan penyebaran Islam dilakukan oleh para Khalifah. Empat khalifah yang pertama disebut Khulafaur Rasyidin. Mereka adalah Abu bakar, Umara bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Talib .

Dibawah pimpinan keempat Khalifah ini, masyarakat Muslim mulai memperluas pengaruhnya.
 Dibawah pimpinan Abu Bakar, pengaruh Islam menyebar ke seluruh Jazirah Arab dan mulai masuk ke Palestina.
 Di bawah pimpinan Umar bin Khattab, pengaruh Islam menyebar ke Syiria, Mezopotamia, Mesir dan mulai masuk ke Persia.. untuk menata wilayah yang semakin luas, umar telah menggunakan administrasi pemerintahan antara lain dengan membentuk propinsi-propinsi dan lembaga peradilan.
 Di bawah Usman bin Affan, pengaruh Islam menyebar keseluruh Persia, Cyprus, Rhodes, Trnsoxiania dan Tabaristan. Namun tak lama kemudian perluasan pengaruh perluasan Islam berhenti. Hal ini disebabkan karena banyak terjadi pemberontakan dan perang saudara dalam tubuh Islam.

Dalam memimpin umatnya para khalifah menggunakan prinsip-prinsip kekuasaan demokrasi, bukan kekuasaan yang bersifat otoriter . Sebagai khalifah yang terpilih wajib menjalankan pemerintahan sesuai dengan Islam dan juga wajib mempertanggungjawabkan segala kebijaksanaannya kepada rakyatnya. Dalam memerintah selalu menunjukkan sikap yang cerdas, bijaksana, berbudi pekerti luhur, adil dan tidak memihak. Seringkali dikatakan bahwa masa kepemimpinan khalifah sangat sebentar tapi mengalami masa yang maju.

Pada masa kepemimpinan Usman bin Affan, Untuk pertama kalinya terjadi perpecahan dalam masyarakat. Konflik tersebut disebabkan karena banyak isu-isu nepotisme dalam pemerintahan dan krisis kepercayaan terhadap pemerintah.

Khalifah berikutnya Ali bin Abi Talib, menghadapi pergolakan yang lebih rumit. Pemberontakan antara lain muncul dari keluarga Usman bin Affan dan gubernur Damsyik . Upaya memadamkan pemberontakan ternyata tidak dapat berhasil dengan sempurna. Ummat Islam bahkan terpecah menjadi kaum Muawiyah, Syiah dan al-khawarij.

Berakhirnya kepemimpinan ali bin Abi Talib menandai akhir masa khulafaur Rasyidin. Pada tahun 661 M, kepemimpinan Islam beralih kepada kaum muawiyah atau yang lebih dikenal sebagai bani Ummayah.
Bani Ummayah.

Peralihan kepemimpinan kepada Bani Ummayah membawa perubahan pusat dan corak pemerintahan. Pusat pemerintahan berpindah dari Madinah ke Damsyik (Damaskus), pemerintahan demokratis beralih menjadi pe,erintahan monarki.

Pe,erintahan Bani Ummayah berlamgsung hampir seabad lamanya. Dalam waktu yang cukup singkat itu, Bani Ummayah mampu memperluas pengaruh Islam. Ke timur sampai Punjab, ke barat sampai ke Spanyol.

Salah satu peristiwa termasyur adalah pendaratan di Gibraltar oleh pasukan Islam yang dipimpin oleh Tariq bin Ziyad. Gibraltar berasal dari nama jabal el Tariq.

Selain melakukan ekspansi, bani Ummayah juga melakukan perbaikan kedalam . perbaikan dilakukan di bidang ekonomi(memperbahurui mata uang), politik (pembenahan mandiri). Perbaikan itu terbukti menciptakan stabilitas dan keamanan di wilayah Ummayah yang luas.

Pemerintah monarki yang bersifat turun-temurun pada akhirnya membawa keturunan Bani Ummayah. Keruntuhan itu dipercepat oleh kecenderungan hidup mewah dan korup dikalangan penguasa. Pada tahun 750 m, Bani Ummayah digulingkan oleh kelompok oposisi. Peristiwa itu menandakan berakhirnya Bani Ummyah sekaligus awal kekuasaan Bani Abbasiah.

Bani Abbasiah

Bani abbasiah didirikan oleh keturunan al-Abbas, paman Nabi Muhammad SAW , pemerintahan tetap bercorak monarki. Pusat pemerintahan berpindah dari Damsyik ke al-Hamsyiah, lalu ke Baghdad.
Bani abbasiah berkuasa hampir selama 5 abad. Dalam waktu yang cukup lama itu, perluasan pengaruh dilanjutkan, namun tidak segencarBani Ummayah. Bani ini bahkan mengadakan perjanjian damai dengan sejumlah kerajaan tetangga, seperti dengan kaisar konstantin V dari Byzantium.

Bani Abbasiah menaruh perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Usaha tang dilakukan anatara lain menerjemahkan buku-buku Yunani, Persia dan India ke dalam bahasa Arab. Kesungguhan usaha itu tampakdari dibangunnya pusat penerjemahan Bait al-Hikmah. Akibatnya, warisan ilmu pengetahuan dari ketiga bangsa itu berkembang di tengah masyarakat muslim, antara lain filsafat. Matematika. Astronomi dan kedokteran.

Buah upaya pengembangan berupa munculnya sejumlah sekolah dan ilmuwan terkemuka. Para ilmuwan inilah yang dikemudian hari menjadi nara sumber perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa.

Secara politik kekuasaan Bani Abbasiah mundur sejak abad ke 11 M. kecenderungan penguasa hidup mewah, korupsi dan nepotisme menjadi penyebab awal kemerosotan. Sejak abad itu, secara bergantian sejumlah dinasti memegang tampuk pemerintahan. Kemelut politik yamg terparah oleh persaingan antar bangsa dan kemerosotan ekonomi. Kekuasaan Bani Abbasiah sama sekali berakhir saat Baghdad jatuh oleh serangan pasukan Mongol pimpinan Hulagu Khan.



DAFTAR PUSTAKA.

Joesof Sou'yb, Sejarah Daulah Khulafuur Rasyidin. Jakarta : Bulan Bintang, 1979
Badrie yatim, Sejarah Peradaban Islam,Rajawali press.2000
John L. Esposito, The Oxford History of Islam, Oxford University Press 2000.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar