Klik Judul 1X

Selasa, 26 Juli 2011

Khulafaur Rasyidin

A. Khalifah Abu bakar (11-13H / 632-634 M)

1. Latar belakang kehidupan.
Abu bakar lahir pada tahun 573 m dari sebuah keluarga terhormat di Makkah . Abu bakar adalah nama gelar sedang nama aslinya Abdullah ibn Abu kuhafah, lalu ia mendapat gelar Al-shidiq setelah masuk agama islam. Semenjak masa kanak-kanak, ia adalah sosok pribadi yang jujur, tulus, penyayang dan suka beramal, sehingga masyarakat menaruh hormat kepadanya. Ia selalu berbuat baik kepada fakir miskin.

Abu bakar adalah sahabat yang terpercaya dan dikagumi oleh Nabi. Seluruh kehidupannya dicurahkan untuk perjuangan suci membela dakwah Nabi Muhammad. Nabi menunjuk ia sebagai imam pengganti bila nabi berhalangan menjadi imam. Ketika nabi memerlukan dana untuk membangun masjid di Madinah, Abu bakar menyumbangkan seluruh hartanya untuk membangun Masjid tersebut. Ia turut hampir setiap peperangan bersama Nabi. Kedekatan Nabi dengan abu bakar dalam perjuangan islam ibarat Nabi dengan bayangannya.



2. Pengangkatan sebagai khalifah.
Sampai akhir hayat, Nabi tidak menunjuk seseorang sebagai khalifah, sehingga ketika beliau meninggal masyarakat muslim dalam kebingungan. Golongan muhajirin dan Anshor masing-masing berusaha memilih tokohnya sebagai penerus dan pengganti kepemimpinan nabi. Pada awalnya terjadi kemelut dalam pemilihan khalifah, namun pada akhirnya Abu bakarlah yang dijadikan khalifah pengganti Nabi. Selanjutnya Abu bakar berkata dalam pidatonya “saya bukanlah yang terbaik diantara kamu, maka saya sangat menghaegai dan mengharapkan saran dan pertolongan kalian semua. Menyampaikan kebenaran kepada seseorang yang terpiih sebagai pengguasa adalah kesetiaan yang sebenar-benarnya. Menyembunyikan kebenaran adalah suatu kemunafikan.orang yang kuat ataupun mereka yang lemah sama kedudukannya, dan saya akan perlakukan kalian semua secara adil. Jika aku bertindak dengan hokum Allah dan Rasul-Nya, taatilah aku, tetapi jika aku mengabaikan ketentuan Allah dan Rasul-Nya maka janganlah kalian taati aku.”

3. Sistem pemerintahan
Dalam memimpin umatnya Abu bakar menggunakan prinsip-prinsip kekuasaan demokrasi, bukan kekuasaan yang bersifat otoriter . Abu bakar sebagai khalifah yang terpilih wajib menjalankan pemerintahan sesuai dengan Islam dan Ia Wajib mempertanggungjawabkan segala kebijaksanaannya kepada rakyatnya. Dalam memerintah ia selalu menunjukkan sikap yang cerdas, bijaksana, berbudi pekerti luhur, adildan tidak memihak. Seringkali dikatakan bahwa masa kekuasaanya sebentar tapi mengalami masa yang maju.

4. Kemajuan yang dicapai.
Semenjak Abu bakar menjadi khalifah, ia banyak menghadapi masalah. Munculnya nabi-nabi palsu, timbulnya gerakan kaum munafik dan gerakan penentang kewajiban Zakat, namun dengan sabar dan pantang menyerah Abu bakar mampu membereskannya.

Saat Nabi Muhammad belum meninggal Nabi mengirimkan ekspedisi ke wilayah Syra yang dipimpin oleh Usamah. Ditengah perjalanan usamah mendengar kabar bahwa nabi telah meninggal maka dari itu ia tidak melanjutkan ekspedisinya, namun sebagai khalifah pengganti nabi Abu bakar bersiteguh bahwa setiap keputusan Nabi haruslah dilaksanakan. Lalu Ekspedisi yang dipimpin oleh Usamah dilanjutkan dan akhirnya kembali ke Madinah membawa berita kemenangan.

B. Umar Ibn Khattab (13-14H / 634-644 M)

1. Latar belakang kehidupan

Umar lahir pada 513 M di keluarga suku Quraisy. ia semula di panggil dengan gelar Abu hafs dan setelah memeluk islam ia menerima gelar Al-Faruq. Pada masa hudanya, umar adalah seorang pegulat dan orator yang ulung. Ia mereupakan salah satu sahabat yang telah mengenal baca tulis. Berdagang merupakan usahanya yang paling utama.
Sebelum masuk agama islam, umar merupakan musuh islam yang sangat kejam. Atas hasutan Abu Sufyan, ia bermaksud membunuh Nabi Muhammad dengan sebilah pedang yang terhunus di tangannya. Ketika dalam perjalanan ia mendengar berita bahwa adik perempuannya telah masuk islam bersama suaminya. Umar menjadi marahdan bermaksud menyiksa mereka. Ketika umar mendapatkan mereka sedang melantunkan ayat Al-quran dengan suara yang indah, redamlah emosi umar. Setelah itu ia segera menemui Nabi Muhammad dan menyaakan diri masuk islam pada tahun keenam dari masa kenabian. Masuknya Islam Umar ternyata membawa banyak pengaruh yang besar bagi perjuangan Nabi Muhammad.

2 Pengabdian Umar sebelum menjadi khalifah
Umar sama sekali tidak turut ambil bagian dalam hijrah pertama ke Abessinia, karena waktu itu belum masuk islam, namun pada hijrah ke madinah umarlah yang mengawal 20 muhajirin ke madinah. Selama di madinah Umar selalu aktif membantu perjuangan Nabi, ia ikut berjuang dalam perang Badar, Uhud, khandaq dan ia ikut juga menyertai nabi dalam perjanjian Hudaybiah. Setelah Nabi meninggal Umarlah yang membaiat Abu bakar menjadi khalifah pengganti.

SetelahAbu bakar meninggal, Umar menggantikan jabatan khalifah islam dan meneruskan kebijakan-kebijakan yang sebelumnya telah ditempuh oleh Abu baka. Dalam waktu yang tidak lama Umar berhasil menundukan kekuasaan imperium Persia dan Romawi menjadi bagian dari kekuasaan Islam.

3. Ekspansi Islam pada masa Umar.
Sebelum membahas secara rinci mengenaiekspansi yang dilakukan oleh Umar, ada baiknya terlebih dahulu kita membahas sebab-sebab yang melatar belakangi timbulnya konflik antara Islam dengan Persia.

Bahwa bangsa Persia tidak pernah menaruh rasa hormat terhadap maksud baik islam. Pernah satu ketika Nabi mengutus duta islam ke Persia namun sesampainya di sana Raja Persia menolak maksud baik Nabi dan malah menghina Umat Islam. Inilah sebab pertama yang mendorong timbulnya kemarahan Umat Islam. Permusuhan terus memuncak maka Umat muslim menyadari perlunya perlawanan terhadap mereka.

Umar selalu melakukan hal yang sama yaitu menaklukkan daerah yang selalu menolak ajakan baik memeluk Islam. Demi kemajuan Islam. banyak pertempuran yang dilakukan diantaranya pertempuran Numarraq, Al-jasr, perang Buwaid, Qadisiya, penaklukan kota Madain, pertempuran Jalula, penaklukan Syiria, Yerussalem, penaklukan Mesir.

4. Faktor-faktor pendukung keberhasilan Ekspansi Islam.
Keberhasilan umat Islam mengungguli bangsa Persia dan Romawi. Yang paling mendasari kemenangan demi kemenangan yaitu adanya semangat dan dorongan moral keagamaan. Mereka rela bertempur mati-matian demi perjuangan Islam dengan segala kemampuan yang dimiliki, bahkan mereka bersedia mati demi perjuangan agamanya. Arabia sendiri telah dikenal sebagai pusat pasukan dan komandan perang yang cakap dan dukungan pasukan yang mempunyai fisik yang kuat. Sehingga kemenangan selalu ada di pihak orang Arabia.

5. Sitem pemerintahan
Umar tidak hanya berhasil memperluas wilayah kekuasaan Islam dalam sepuluh tahun, namun ia juga berhasil mengatur wilayah yang luas tersebut dengan sebuah system administrasi kepemerintahan. Ia telah membuktikan diri sebagai seorang administrator besar sepanjang sejarah islam. Umar telah membentuk sistem konstitusi Negara berdasarkan semangat demokrasi. Prinsip-prinsip demokrasi yang di kenalkan oleh Abu bakar tumbuh berkembang pada masa Umar. Ia membentuk dua badan permusyawaratan, yakni majelis syura dan majelis penasihat. Setiap masalah penting selalu dibicarakan dalam badan permusyawaratan tersebut.

C. Khalifah Usman Ibn Affan (24-36 H / 644-656 M)

1. kehidupan awal
Usman dilahirkan pada tahun 573 M/ pada sebuah keluarga suku Quraisy pada klan bani Ummayah. Moyangnya bersatu dengan nasab Nabi Muhammad pada generasi kelima. Sebelum memeluk islam ia di panggil dengan nama “Abu Amar”. Ia bergelar Dzu Al-nurain, karena ia menikahi dua putrid nabi. Ayahnya bernama affan sedang Ibunya Arwa. Abu Sufyan yang merupakan musuh kejam Islam merupakan kerabat dekat Usman. Ia adalah sahabat Nabi yang pandai membaca dan menulis dan semenjak kecil dikenal sebagai orang yang cerdas dan jujur. Sehingga ketika dewasa ia merupakan salah satu orang yang berpengaruh di semenanjung Arabia.

Sewaktu pertama kali nabi Muhammad menyerukan Islam, usman berusia 34 tahun. Pada suatu malam Ia bermimpi seseorang memanggil-manggil dirinya “bangunlah!, engkau tiduran saja, sedang Ahmad sibuk berdakwah di Makkah”. Setelah bangun dari tidurnya, jiwa dan pikiran Usman penuh dengan ilham ketuhanan. Maka ia segera menemui Nabi Muhammad dan menyatakan diri memeluk islam. Pamanya Hakam, memerahinya ketika mendengar Usman memeluk Islam, bahkan mencambuknya berkali-kali, terapi Usman sedikitpun tidak ragu akan keyakinann ya terhadap Nabi Muhammad.

2. Pengabdian Terhadap Islam.
Ketika Nabi menyarankan pengikutnya hijrah ke Abyssinia, lantaran kekejaman dan penyiksaan Quraisy telah melampaui batas, Usman beserta isterinya menyertai para emigrant ke Abyssinia. Setelah berlangsung beberapa lama tahun ia kembali ke Mekkah kemudian ia turut berhijrah ke Madinah.

Selama tinggal di Madinah seluruh hidupnya diabadikan demi perjuangan Islam. Seluruh hartak kekayaanya diserahkan untuk kepentingan ummat islam. Dalam hati kedermawaamya, Usman memempati urutan kedua setelah Abu Bakar. Ketika Nabi merencanakan menggali mata air untuk kepentingan ummat Islam di Madinah ia mendukung rencana tersebut dengan mengeluarkan sebagian besar hartanya demikian pula ketika Nabi mengutarakan maksud hatinya membeli sebidang tanah untuk didirikan masjid Nabawi, maka Usman segera menyumbangkan hartanya untuk membeli tanah dan mendirikan masjid tersebut. USman juga banyak menyumbang ketika saat pasukan perang membutuhkan biaya yang cukup banyak. Ia tidak ikut dalam perang Badar karena isterinya Ruqqaya sedang sakit. Manun dalam peperangan lainya lainya ia ikut serta. Tetapi dalam perjajanjian Hudaibiyah ia tidak ikut. Sesama khalifah Abu bakar dan Umar, ia menjabat posisi penting dalam urusan kenegaraan. Kedua khalifah pendahulunya banyak meminta saran kepada Usman dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan.

3. Pemilihan Usman srbagai khalifah
ketika menderita sakit keras, Umar menunjuk dewan musyawarah untuk memilih khalifah penggantinya kelak. Dewan tersebut terdiri : Ali ibn Abu Thalib, Usman. Sa'ad ibn Abi Waqas, dll. Sahabat-sahabat di atas posisinya seimbang, tidak ada yang lebih menonjol dari yang lain, masing-masing anggota dewan mempunyai kandidat untuk dijadikan calon pengganti khalifah sendiri-sendiri, namun sangat sulit untuk menentukan pengganti khalifah jika Umar wafat. Sebenarnya pada saat Umar sehat ia menghendaki abu Ubaidah Ibn jarrah karena jasanya yang sangat besar dalam kemajuan Islam, namun ia meninggal terlebih dahulu. Namun setelah melalui seleksi ketat dan musyawarah, akhirnya Usmanlah yang dipilih menjadi khalifah pengganti Umar. Lalu Usman segera di Bai'at di hadapan ummat Islam.

4. Sistem pemerintahan

Dalam memimpin umatnya Usman masih menggunakan prinsip-prinsip kekuasaan demokrasi, bukan kekuasaan yang bersifat otoriter. Sistem pemerintahan ini sama seperti yang pernah diterapkan oleh Abu bakar. Sebagai khalifah yang terpilih wajib menjalankan pemerintahan sesuai dengan Islam dan Ia Wajib mempertanggungjawabkan segala kebijaksanaannya kepada rakyatnya. Dalam memerintah ia selalu menunjukkan sikap yang cerdas, bijaksana, berbudi pekerti luhur, adildan tidak memihak

Dalam enam tahun pertama masa pemerintahannya, Usman berhasil mencapai kemajuan, Ia banyak melebarkan ekspansi ke wilayah timur, yaitu melanjutkan penaklukan ke negri-negri Persia lainya seperti kota besar Hisraf, Kabul, Gazna, Balkh dan Turkistan. Di wilayah barat usman membantu gubernur mesir Amr bin Ash dalam mengusir tentara Romawi yang ingin menduduki Alexandria.
Dalam kepemimpinan Usman ada juga tuduhan-tuduhan buruk terhadap pemerintahanya, namun ia salalu tetap bersabar. Tuduhan yang utama yaitu ia dituduh melakukan nepotisme dalam pngangkatan pejabat-pejabat penting dalam pemerintahan dan gubernur-gubernur sebagian adalah kerabat dekat Usman. Sebenarnya ia tidak sengaja memilih para pejabat-pejabat penting dan gubernur-gubernur karena alasan kerabat dekat namun ia memilih atas dasar kemampuan yang dimiliki sebagai seorang yang pantas menduduki jabatan tertentu.

Dalam pemerintahanya ia menegakkakan hukum islam dengan setegak-tegaknya sesuai dengan ketentuan dan hokum islam. Ia tidak pandang bulu dalam memberi hukuman. Smua yang bersalah harus dihukum se adil-adilnya walaupun dengan kerabatnya sendiri.

Pada masa pemerintahan Usman belum ada pedoman standar penulisan Al-quran yang menyebabkan kekacauan diseluruh punjuru. Lalu Usman melakukan kebijaksanaan penyeragaman naskah Al-quran. Untuk itu ia membentu sebuah komisi yang bertugas menuliskan Al-quran secara seragam berdasar naskah asli. Tindakan Usman saat itu mendapat sambutan dan penghargaan yang positif.


D. khalifah Ali Ibn Thalib (36-41 H / 656-661 M)

1. Kehidupan awal
Ali adalah putra Abu thalib, seorang paman yang mengasuh Nabi semenjak sang kakek meninggal dunia. Ali tergolong pada keturunan keluarga Hasyimiah, sama dengan garis keturunan inilah yang menduduki kekuasaan tertinggi atas ka'bah dan sekitarnya sebelum Nabi lahir. Ali lahir pada tahun kesepuluh sebelum tahun kerasulan Muhammad. Semenjak kecil ia selalu bersama nabi, sehingga masa kecil Ali tumbuh dalam pengasuhan dan bimbingan yang baik oleh Nabi. Nabi sangat mencintainya ibarat anaknya sendiri, dan Nabi berkenan menikahkannya dengan fatimah, putrid Nabi, pada tahun kedua hijriah.
Karena semenjak masa kanak-kanak Ali selalu bersatu rumah dengan Nabi, maka ia banyak tahu perihal kehidupan nabi Muhammad. Ketika nabi menyerukan agma Islam., Ali tergolong generasi pertama yang mempercayai dan mengikuti seruan nabi Muhammad.

2. Pengabdian terhadap islam sebelum menjabat Khalifah.
Pada saat Nabi hijrah ke madinah bersama dengan Abu bakar, Ali ditinggal di rumah nabi di madinah menjalankan peran yang sangat penting. Yakni pada saat rumah nabi Muhammad dikepung oleh pemuka Quraisy yang bermaksud membunuh nabi. Pada suatu malam menjelang keberangkatan ke madinah, Ali diperintahkan agar menempati ranjang Nabi dank arena itulah nabi dapat meninggalkan rumah dengan aman. Ketika musuh mendobrak rumah nabi, mereka kecewa karena hanya menemukan Ali yang sedang tidur di ranjang nabi. Tidak lama kemudian Ali segera menyusul ke madinah.

Ali adalah sosok pemuda yang yang berkeberanianya luar biasa dalam perjuangan membela Islam. Ia turut hampir dalam semua peperangan melawan musuh-musuh Nabi. Ia ikut dalam perang Badar sebagai pemimpin pasukan pertahanan. Ia juga ikut dalam perjanjian Hudaibiyah sebagai juru tulis.

Setelah Nabi wafat banyak yang mengaku sebagai Nabi-nabi palsu, ia turut ambil bagian dalam menjaga stabilitas dan keamanan Madinah.

2. Pengankatan Ali
Setelah wafatnya Khalifah Usman, Madinah dilanda suasana kacau dan anarkis . Setelah kondisi yang demikian ini berlangsung selama lima hari banyak warga yang memberi dukungan kepada Ali. Karena menurut mereka Alilah yang layak menjadi khalifah pengganti Usman.lalu ia segera di bai'at sebagai khalifah pada 656 M.


3. Sistem pemerintahan
Dalam memimpin umatnya Ali masih tetap menggunakan prinsip-prinsip kekuasaan yang menjunjung tinggi demokrasi, bukan kekuasaan yang bersifat otoriter. Sistem pemerintahan ini sama seperti yang pernah diterapkan oleh Abu bakar. Sebagai khalifah yang terpilih wajib menjalankan pemerintahan sesuai dengan Islam dan Ia Wajib mempertanggungjawabkan segala kebijaksanaannya kepada rakyatnya. Dalam memerintah ia selalu menunjukkan sikap yang cerdas, bijaksana, berbudi pekerti luhur, adil dan tidak memihak. Ali adalah seorang yang sederhana dan tidak haus kekuasaan.

Setelah Usman wafat banyak terjadi pemberontakan dan kerusuhan. Para pemberontak ingin menurunkan gubernur-gubernur yang dianggap tidak becus memerintah dan para pemberontak mengangap jabatan itu bisa didapatkan karena nepotisme yang dilakukan oleh Usman. Setelah Ali menjadi Khalifah pengganti Usman kebijakan politik yang ia lakukan adalah ia mengganti gubernur yang pernah diangkat oleh Usman. Hal ini dilakukan agar meredakan pemberontakan kepada pemerintahan.

Selama masa pemerintahan Ali sampai ia meninggal banyak terjadi permusuhan dan persaingan antar keturunan. Salah satunya adalah antara keturunan keluarga Hasyim dan keluarga Ummayah Ali terus berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghentikan perselisihan namun karena rasa dendam yang sangat dalam diantara dua keturunan keluarga tersebut. Masa pemerintahan Ali dapat dikatakan kurang gemilang hal itu disebabkan karena banyaknya persaingan dan permusuhan bahkan perang saudara selalu terjadi.

DAFTAR PUSTAKA

Joesof Sou'yb, Sejarah Daulah Khulafuur Rasyidin. Jakarta : Bulan Bintang, 1979
Badrie yatim, Sejarah Peradaban Islam,Rajawali press.2000
John L. Esposito, The Oxford History of Islam, Oxford University Press 2000.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar