Klik Judul 1X

Sabtu, 09 Juli 2011

Zaman Prasejarah

Ilmu prasejarah mempersoalkan bagian dari sejarah peradaban manusia dan lamanya zaman prasejarah itu berlangsung meskipun berbeda satu sama lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara mempelajari peninggalan manusia prasejarah yang berupa benda-benda buatan mercka. Dari benda-benda peninggalan térsehut dapat diketahui bahwa mereka mengunakan alat-alat tersebut untuk mempertahankan diri dari serangan binatang buas. Pada mulanya mereka memanfaatkan hasil alam yang ada. Ada dua paham yang berkaitan dengan asal usul terjadinya manusia. Pertama, Materialistis berpandangan bahwa terjadinya manusia itu sebagai suatu perkembangan proses-proses hewani yang berkaitan dengan alam rohaninya yang tidak terpisah dari proses pertumhuhan atau proses evolusi. Kedua, paham Dualisme yang berpandangan bahwa jiwa manusia mempunyai tempatnya sendiri dan tidak berhubungan alam hewan.
Manusia termasuk kaum Primat yang pada awalnya merupakan maklhuk pemakan serangga dan hidup dalam pohon. Kemudiah manusia meninggalkan penghidupan dalam pohon. Terpisahnya cabang manusia dimulai pada masa Tertiair yang berlangsung sejak 60 juta tahun yang lalu disebut juga Zaman Binatang Menyusui. Kedua masa Quartair terdapat makhluk- makhluk hersifat manusia. Masa Quartair berlangsung sampai sekarang dan terbagi atas Pleistoceen dan holoceen. Pada masa Pleistoceen terjadi perubahan iklim yang hehat yang menyebabkan banyak daerah tertimbun air dan tcrjadinya gerakan-gcrakan lapisan tanah pada permukaan bumi, sepenti pembentukan pegunungan, lipatan-lipatan, aktfitas vulkanis yang dahsyat. Gelala tersebut mempengaruhi penyebaran dan pembagian manusia dan hewan di dunia. Menurut hukum atau peraturan Nomenklatur biologi, manusia digolongkan dalam genus homosapien. Homosapien dianggap sebagai makhluk tertinggi tingkat pertumbuhannya. Meskipun pada lapisan tertua ditemukan manusia dalam bentuk Palaeoantropis. Manusia Neandherthal termasuk golongan ini.
Pada lapisan tanah yang tuanya sama di inggris dan Irian Utara di temukan fosil dengan bentuk Neoantropis. Hal ini rnenunjukkan hahwa evolusi manusia terjadi menurut garis yang sejajar atau paralel.
Ilmu purbakala yang awalnya menggali tanpa menggunakan sistem telah berkembang menjadi suatu pengetahuan yang telah maju. Pengetahuan ini didasarkan pada metode dengan penuh ketelitian.
Alat-alat dan senjata tersebut dibuat dan batu, tembaga dan perunggu. Kemudian dikenal dengan Zaman Batu, Zaman Perunggu, dan Zaman Besi. Pada Zaman Batu terbagi menjadi tiga yakni: Zaman batu Tua dan Zaman Batu Muda. Pada Zaman Batu Tua terdapat tiga macam tradisi yakni: Tradisi Batuteras. Tradisi Memangkas, Tradisi Kling. Pada zaman Mezolithicum, orang-orang mulai mengukir atau melukis gambar binatang di dinding gua. Pada zaman Neolithicum, orang hidup menetap dengan cara pengumpul makanan ke pembuat makanan dan membuat rumah. Pada zaman prasejarah sudah dapat memisahkan logam dari bijinya dan menuangkannya serta mendinginkannya. Pada awalnya, orang cuma menggunakan kuningan karena hasilnya kurang baik kemudian di campur dengan timah yang hasilnya disebut perunggu. Orang kemudian membuat roda dan bajak. Perdagangan mulai herkembang.
Penyelidikan bumi secara Praehistoris bertujuan untuk menggali tempat tinggal orang-orang zaman prasejarah dengan cara ilmiah, menerangkan arti alát-alat dan umurnya secara relative maupun mutlak.


Pleistosen bawah
a. Fauna : Fauna pada periode mi disebut fauana Djetis dan telah ada gajah, kerbau sapi, rusa,. menjangan, dan kuda air yang masih primitive.
b. Manusia Pendukung :
Meganthropus Paleojavanicus.
Pithecantropus. Mojokertensis
c. Keadaan lklim
Tidaklah mudah untuk memperoleh gambaran tentang pulau Jawa dan masa purba itu, ketika iklimnya bukan saja lebih dingin, tetapi pun lebih lengas atau basah daripada iklimnya yang sekãrang.

Pleistoceen Tengah
a. Fauna
Fauna Trinil pada periode ini disebut Sino Melayu, dikarenakan dijumpai di Tiongkok tetapi tidak tetapi tidak ada di India. Misalnya : biruang Melayu, tapir, badak, rusa, dan gajah.
b. Manusia Pendukung
Pithecanthropus Erectus ( Manusia Kera berdiri tegak dan Triñil)
Manusia Solo

Plóistosen Atas
a. Fauna
Fauna Ngandong dalam periode ini adalah sama dengan funa Trinil tetapi lebih kurang jenisnya. Di dalamnya sudah tidäk kijang - kijang lagi. Hanya Stegodon yang sudah mencapai bentuknya yang khusus
Manusia Pendukung
• Homo Soloensis
• Homo Wajàkensis

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar